Kamis, 26 April 2012
Behaviourisme
Aliran ini khususnya terdapat di Amerika Serikat. Aliran ini ditemukan oleh John B.Watson (1878-1958). Ia menentang pendapat yang umum berlaku di saat itu bahwa dalam eksperimen-eksperimen psikologi diperlukan intropeksi. Intropeksi yang mengamati perasaan sendiri digunakan dalam eksperimen – eksperimen di labolatarium wundt untuk mengetahui ada atau tidak adanya perasaan-perasaan apa yang dapat ditimnbulkannya dalam eksperimen-eksperimennya. Oleh karena itu psikologi Wundt dikenal juga dengan nama psikologi introspeksi. Pandangan ini dibawa dan dipopulerkan dari jerman ke Amerika oleh salah seorang murid Wundt yang bernama Edward B. Titchener (1867-1927).
Watson dilain pihak memperknalkan psikologi yang sama tidak mempergunakan introspeksi. Menurut dia psroses proses kesadaran tidak perlu diselidiki,karena yang lebih penting adalah proses adaptasi, gerakan otot-otot, dan aktivitas kelenjar kelenjar. Ia berharap dengan teorinya ini dapat dicapai objektivitas ilmiah yang lebih sempurna, karena dalam introspeksi pengaruh faktor-faktor subjektif dari orang yang diperiksa besar sekali.oleh karena itu,ia lebih mementingkan perilaku terbuka yang langsung dapat diamati dan diukur daripada laku tertutup yang hanya dapat diketahui secara tidak langsung. Emosi gembira atau emosi sedih menurut kaum “behaviourist”adalah manifestasi dari adanya ketegangan (tarikan) otot-otot dan syaraf syaraf tertentu. Aliran ini disebut pula sebagai “S-R” (stimulus respons) karena menurut penganut-penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan (stimulus)dan diikut oleh reaksi (response) terhadap rangsangan itu.
Sebagaimana pavlov yang percaya bahwa perilaku,bahkan kebudayaan,hanyalah rangkaian refleks terkondisi saja,Watson pun yakin bahwa ia dapat melatih 10 anak untuk memiliki sifat yang berbeda-beda (penakut,pemberani,pemalu dsb) hanya dengan melatihnya melalui proses kondisioning. Salah satu penganut watson yang sangat besar masukannya untuk perkembangan Behaviorisme adalah B.F.Skinner. sebagian terbesar teori skiner adalah tingkah laku, belajar dan modifikasi tingkah laku.
Psikoanalisis
Psikoanalisis yang diperkenalkan oleh Sigmund freud (1856-1939) pada 1909. Ia dikenal dengan teorinya mengenai alam ketidaksadaran. Teori ini merupakan penemuan baru saat itu karena selama itu para ahli hanya menyibukan diri dengan alam kesadaran sebagaimana yang nyata dalam teori-teori lain yang berlaku disaat itu sperti teori Asosiasi,teori intropeksi,behaviourisme,dan sebagainya. Ketidaksadaran menurut freud berisi dorongan-dorongan yang timbul pada masa kanak-kanak yang oleh satu dan lain hal (misalnya karena dilarang oleh norma masyarakat ) terpaksa ditekan sehingga tidak muncul dalam kesadaran. Dorongan-dorongan terlarang ini, menurut teori Freud yang klasik adalah naluri seksual atau disebut jug libido sexualis dan naluri agresif atau tanatos.
Dorongan-dorongan terlarang ini,meskipun ditekan tetap berpengaruh dan sering timbul dalam mimpi-mimpi,kesalahn bicara (slip of the tongue) atau bahkan dalam perbuatan-perbuatan biasa yang dapat diterima masyarakat seperti karya seni,karya sastra,ilmu pengetahuan dan sebagainya.
Sebaliknya,kalau dorongan-dorongan ini sama sekali tidak dapat disalurkan,mka ia akan mengganggu kepribadian orang yang bersangkutan yang antara lain dapat berbentuk gangguan-gangguan kejiwaan yang disebut psikoneurosis.psikoanalisis sebagai tehnik penyembuhan penyakit-penyakit kejiwaan (psikoterapi) mempunyai metode untuk membokar gangguan –gangguan yang terdapat dalam ketidaksadaran ini, antara lain dengan metode analisis mimpi dan metode asosiasi bebas. Dalam perkembangan teori selanjutnya, Freud mengemukakan pula teori tentang id,ego,superego yang masing-masing berarti dorongan-dorongan naluri (id), aku (ego), dan hati nurani (suprego).
Id
Id merupakan sistem kepribadian yang asli,id merupakan rahim tempat ego dan superego berkembang. Freud juga menyebut id “kenyataan psikis yang sebenarnya”karena id merepresentasikan dunia batin pengalaman subjektif dan tidak mengenal kenyataan objektif. Prinsip reduksi tegangan yang merupakan ciri kerja id disebut prinsip kenikmatan (pleasure psrinciple).
Ego
Ego timbul karena kebutuhan-kebutuhan organisme memerlukan transaksi-transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan objektif. Orang yang lapar harus mencari,menemukan dan memakan makanan sampai tegangan karena rasa lapar dapat dihilangkan. Perbedaan pokok antara id dan ego adalah bahwa id hanya mengenal kenyataaan subjektif-jiwa,sedangkan ego membedakan antara hal-hal yang terdapat dalam batin dan hal-hal yang terdapat dalam dunia luar.ego dikatakan mengikuti prinsip kenyataan dan beroperasi menurut proses sekunder. Tujuan prinsip kenyataan adalah mencegah terjadinya tegangan sampai ditemukan suatu objek yang cocok untuk pemuasan kebutuhan. Proses sekunder adalah berpikir realisti. Dengan proses sekunder,ego menyusun rencana untuk memuaskan kebutuhan dan kemudian menguji rencana ini, biasanya melalui suatu tindakan untuk melihat apakah rencana itu berhasil atau tidak.
Superego
Superego adalah perwujudan internal dari nilai-nilai dan cita-cita tradisioanal masyarakat sebagaimana diterangkan orangtua kepada anak dan dilaksanakan dengan cara memberinya hadiah atau hukuman. Superego adalah wewenang moral dari kepribadian ia mencerminkan yang ideal bukan real dan memperjuangkan kesempurnaan dan bukan kenikmatan. Fungsi-fungsi pokok superego adalah : 1. Merintangi impuls impuls id,terutama impuls impuls seksual dan agresif, 2. Mendorong ego untuk menggantikan tujuan-tujuan realistis dengan tujuan-tujuan moralistis, 3. Mengajar kesempurnaan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar